Apa manfaat SCM terhadap manufaktur? • Mengurangi inventory barang.
Inventory merupakan bagian paling besar dari aset perusahaan yang
berkisar antara30%-40%. Oleh karena itu usaha dan cara harus
dikembangkan untuk menekanpenimbunan barang di gudang agar biaya dapat
diminimalkan.
• Menjamin kelancaran penyediaan barang.
kelancaran barang yang perlu dijamin adalah mulai dari barang asal
(pabrik pembuat),supplier,perusahaan sendiri,whosaler, retailer, sampai
kepada konsumen akhir.
• Menjamin mutu.
Mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksinya, tetapi
ditentukanoleh mutu bahan mentahnya dan mutu dalam kualitas
pengirimannya.
• Mengurangi jumlah supplier.
Bertujuan untuk mengurangi ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi, dan
pelacakan (tracking).
• Mengembangkan supplier partnership atau strategic alliance.
Dengan mengadakan kerjasama dengan supplier (supplier partnership) dan
jugamengembangkan strategic alliance dapat menjamin lancarnya pergerakan
barang dalam supply chain. .
Apa manfaat SCM terhadap industri jasa? Manfaat SCM : Pemorsesan yang lebih cepat dan akurat Mengurangi
inventori lebih cepat ke pasaran mengurangi biaya transaksi dan
material hubungan strategis dengan supplier ==================================
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan • Mempercepat
dan mengefektifkan proses bisnis perusahaan • Meningkatkan
pemahaman atas kebutuhan konsumen sehingga dapat diperoleh gambaran
profil konsumen secara umum agar dapat ditentukan sasaran yang menjadi
prioritas dalam pengembangan infrastruktur jaringan dan jenis layanan
yang diberikan • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam
pengelolaan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga diharapkan
akan dapat meningkatkan kinerja manajemen secara menyeluruh. •
Meningkatkan produktifitas dan kualitas SDM. .
Apa pengertian dari SCM yang terintegrasi? SCM integrasi : pengelolaan yang efektif atas integrasi antar pemain
dalam rantai pasokan,perencanaan dan pengendalian yang baik atas
kegiatan pengadaan pasokan,efisiensi aliran pasokan hingga ke titik
konsumsi akhir =========== Supply chain management (SCM) merupakan
integrasi proses-proses bisnis kunci dari pengguna akhir sampai ke
pemasok awal yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang
memberikan nilai tambah untuk pelanggan dan pihak-pihak terkait lainnya. .
Bagaimana dan upaya apa untuk mengintegrasi SCM dilihat dari sisi eksternal(pemasok) terhadap fungsi SCM perusahaan? .
Metode apa yang bisa digunakan untuk mengupayakan integrasi antara pemasok dengan perusahaan di fungsi SCM? metode Make-to-Order : Adalah tipe metode yang membuat produk hanya
untuk memenuhi pesanan metode make to stock : Adalah tipe metode yang
membuat produk akhir untuk disimpan metode ASSEMBLE TO ORDER Adalah
tipe metode yangg membuat produk dengan cara assembling hanya untuk
memenuhi pesanan metode ENGINEER TO ORDER Adalah tipe metode yang
membuat produk untuk memenuhi pesanan khusus dimulai dari perancangan
produksi sampai pengiriman produk. .
Apakah tolak ukur penilaian keberhasilan penerapan SCM pada bidang ini? • SCM adalah kegiatan Cross Functional (internal). Akibatnya, SCM
merupakan urusan semua orang, baik orang produksi, keuangan. •
Secara eksternal, perusahaan, pemasok, grosir dan pengecer itu adalah
mitra, di mana perlu memiliki strategic alliance. • Menggunakan IT
base Sistem menajdi mutlak adanya. • SCM selalu berkembang, perlu
continuous improvement.
Pilihlah sebuah perusahaan manufaktur dan buatlah analisa secara singkat bagaimana anda menerapkan sistem SCM yang terdiri aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Aktivitas utama adalah semua aktivitas yang menciptakan
nilai/kemanfaatan bagi para pelanggan dan menyajikan sesuatu yang bisa
menunjukkan keistimewaan organisasi di hadapan pasar. Aktivitas utama
ini dipandang sebagai aktivitas yang sangat penting dalam menjalankan
bisnis.
Aktivitas pendukung adalah aktivitas yang memberikan
fasilitasi untuk mencapai aktivitas utama.
dikategorikan Porter
sebagai aktivitas nilai utama adalah: - Inbound logistics: aktivitas
yang terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan mendistribusikan input
ke barang atau jasa - Operations: aktivitas yang terkait dengan
pengolahan input menjadi barang atau jasa - Outbound logistics:
aktivitas yang terkait dengan mengumpulkan, menyimpan, dan
mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan - Marketing and
Sales (Pemasaran dan Penjualan): aktivitas yang berkaitan dengan
bagaimana para pelanggan bisa membeli barang dan bagaimana mempengaruhi
mereka untuk membeli - Service/layanan: aktivitas yang berkaitan
dengan menyediakan layanan untuk meningkatkan atau menjaga nilai dari
barang atau jasa yang dihasilkan.
Sedangkan yang dikategorikan
Porter sebagai aktivitas nilai pendukung adalah: - Procurement:
adalah bagian yang menjalankan fungsi sebagau pembelian atau pengadaan
input/bahan baku ke perusahaan - Technology development:
skill/keahlian, prosedur, atau teknologi yang dilekatkan ke dalam
proses-proses yang dimaksudkan untuk meningkatkan barang, layanan,
dan/atau proses. - Human resource management: aktivitas yang
berfungsi dalam perekrutan, penyewaan, pelatihan, pengembangan tenaga
kerja/karyawan - Firm infrastructure: aktivitas yang memberi dukungan
ke seluruh rantai nilai (misalnya, urusan/bagian umum, perencanaan,
keuangan, legal/hukum/lawyer, urusan yang berkaitan dengan pemerintah,
manajemen yang berkualitas)
Jelaskan beberapa kriteria pemilihan supplier? Metode apa saja yang biasanya digunakan dalam pemilihan supplier? Kualitas
produk/jasa Delivery Catatan Performance Kebijakan warranties
and claim Fasilitias and kapasitas produksi Harga Kemampuan/keahlian
teknis Keadaan financial Prosedur compliance Sistem komunikasi Reputasi
and posisi perusahaan Antusiasme bisnis Keadaan
organisasi/managemen Kebijakan repair/services Prilaku perusahaan Kualitas
pengemasan Keadaan hubungan industrial Lokasi Metode Metode
Analitycal Hierarcy Process .
Perusahaan sangat menghindari terjadinya stock out, faktor apa saja yang dapat menimbulkan terjadinya stock out dan pengaruh apa yang perusahaan dapatkan dari adanya stock out tersebut. Stock out dapat terjadi apabila jumlah permintaan / kebutuhan lebih
besar daripada tingkat persediaan. dalam kondisi ini ada 2
kemungkinan yaitu: -permintaan akan dibatalkan -barang yang masih
kurang akan dipenuhi kemudian penyebab terjadinya stok out : -tidak
terdeteksinya barang yang hampir habis,hal ini terkait denga ketelitian
petugas dalam mencatat persediaan yg menipis -hanya ada persediaan
yang kecil untuk produk2 tertentu,maka ketika habis tidak ada
persesdiaan di gudang -barang yang dipesan belum datang / belum
selesai -Supplier mengalami kekosongan DAMPAK kerugian akibat
demand tidak terpenuhi pada periode tertentu seperti: kehilangan
penjualan, kehilangan pelanggan, biaya pemesan-an khusus, adanya
selisih harga, terganggunya operasi, dan tambahan pengeluaran
kegiatan manajerial.
Buatlah langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika menjalankan proses procurement
Jelaskan secara gamblang bagaimana hakekat dan konsep-konsep dasar sistem SCM ? Bagaimana sistem memberikan manfaat bagi bisnis? Pada hakikatnya suatu penyediaan brang (supply chain) adalah seluruh
tahapan yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam
memenuhi permintaan konsumen, yang mencangkup tidak hanya para pemasok
dan pabrik, tetapi juga sarana transportasi, gudang, pengecer, dan
konsumen itu sendiri.
Dalam suplay chain management ada dua
konsep yang banyak digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pergerakan barang tersebut, yang kedua
merupakan kelanjutan dari yang pertama, yaitu :
1. Mengurangi
jumlah supplier a. Konsep ini dikembangkan sejak akhir tahun
1980-an, yang bertujuan mengurangi ketidakseragaman, biaya-biaya
negosiasi, dan pelacakan (tracking). b. Konsep ini adalah awal
perubahan kecenderungan dari konsep multiple supplier ke single
supplier. c. Dengan demikian, cara lama yang dahulu dianggap apuh
seperti sourcing dengan cara tender terbuka makin popular, karena tender
terbuka tidak menjamin terbatasnya jumlah supplier. d. Paling-paling
yang masih cocok dengan perkembangan ini adalah tender diantara
supplier yang tebatas jumlahnya. e. Konsep ini berkembang menuju
tahap selanjutnya, yaitu tahap yang kedua, seperti akan dijelaskan
sebagai berikut.
2. Mengembangkan supplier partnership atau
strategic alliance. a. Konsep ini dikembangkan sejak pertengahan
tahun 1990-an dan diharapkan masih akan popular pada pemulaan abad ke-21
ini. b. Konsep ini menganggap bahwa hanya dengan supplier
partnership, key suppliers untuk barang tertentu merupakan strategic
sources yang dapat diandalkan dan dapat menjamin lancarnya pergerakan
barang dalam supply chain. c. Konsep ini selalu dibarengi dengan
konsep perbaikan yang secara terus menerus dalam biaya dan mutu barang.
menjalankan
fungsi penghantaran bahan baku, transformasi bahan baku ke barang
setengah jadi dan barang jadi dan mendistribusikan barang jadi ke
konsumen. .
Bagaimana sistem seperti SCM (Supply Chain Management) dapat membuat arus kerja lebih efisien dan efektif ? Jelaskan secara gamblang jawaban Anda ! Untuk membangun suatu sistem manajemen rantai pasokan yang optimal, kita
harus perhatikan lima hal dasar sebagai-berikut : Perencanaan – ini
merupakan proses awal yang strategis, harus dipikirkan mulai dari awal
bagaimana membuat suatu tolok ukur untuk menentukan tingkat efisiensi,
harga, kualitas, dan nilai pada pelanggan Pemasokan – pilihlah
pemasok-pemasok yang paling baik, dan tentukan tolok ukur untuk menjaga
kualitas, komitmen, penerimaan barang, pemeriksaan, pemindahan ke
pabrik, serta pembayaran Pembuatan – yang ini merupakan langkah
pabrikasi, tentukan langkah2 yang diperlukan untuk pembuatan,
pemeriksaan, pemaketan, dan persiapan pengiriman. Tentukan tolok ukur
yang jelas tentang tingkat kualitas, tingkat produksi, dan produktivitas
karyawan Pengantaran – bagian ini disebut juga logistik. Atur
penerimaan pesanan dari pelanggan, buat jaringan pergudangan, pilih
ekspedisi pengiriman barang ke arah pelanggan, dan juga masalah
pembayaran Pengembalian – bagian ini menangani masalah pengembalian
barang cacat atau produksi berlebih dari pelanggan
Apakah yang dimaksud dengan Supply Chain dan bagaimana bedanya jika dibandingkan dengan Supply Chain Manajement ? • Supply chain adalah jaringan perusahaan – perusahaan yang secara
bersama – sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk
ke tangan pemakai akhir. Perusahaan – perusahaan tersebut biasanya
termasuk supplier, pabrik, distributor, took atau ritel, serta
perusahaan – perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistic. •
Supply chain adalah jaringan fisiknya, yakni perusahaan – perusahaan
yang terlibat dalam memasok bahan baku, memproduksi barang, maupun
mengirimkannya ke pemakai akhir. • SCM adalah metode, alat atau
pendekatan pengelolaannya. Namun perlu ditekankan bahwa SCM menghendaki
pendekatan atau metode yang terintegrasi dengan dasar semangat
kolaborasi. .
Jelaskan cakupan aktivitas pada Supply Chain Manajement ! Cakupan aktivitas pada SCM adalah :
Pengembangan Produk dengan
cakupan aktivitasnya antara lain : Melakukan riset pasar, merancang
produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk baru
Pengadaan
dengan cakupan aktivitasnya antara lain : Memilih supplier
mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan
komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan dengan
supplier
Perencanaan dan Pengendalian dengan cakupan aktivitasnya
antara lain : Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan
kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan
Produksi dengan
cakupan kegiatan aktivitasnya lain : Eksekusi produksi, pengendalian
kualitas. .
Bagaimana peranan mediasi pasar dalam supply chain manajement ! ANTARA FUNGSI FISIK DAN FUNGSI MEDIASI PASAR Klasifikasi kegiatan
Supply chain menurut seorang profesor di Wharton School, Universitas of
Pennsylvania, 1. Kegiatan mediasi pasar Tujuan untuk mencari
titik temu antara apa yang diinginkan konsumen dengan apa yang akan di
produksi. 2. Kegiatan fisik Merupakan kegiatan mendapatkan
bahan baku, konversi bahan baku dan komponen menjadi produk jadi,
menyimpan serta mengirimkan ke konsumen. Aktifitas Supply Chain : Aktifitas
Fisik : • Sourching (mencari bahan baku) •
Produksi • Penyimpanan material/ produk • Distribusi /
transportasi • Pengembalian produk (return) • Riset pasar •
Pengembangan prouk • Penetapan harga diskon • Pelayanan
purna jual Aktifitas mediasi pasar (ngga ada)
Jelaskan peranan internet di dalam Supply Chain Manajement ! Peran internet dalam SCM 1. Internet memungkinkan kolaborasi,
koordinasi, dan intergrasi dalam praktek di lapangan 2. Dengan adanya
internet pihak-pihak pada supply chain bisa membagi informasi serta
melakukan transaksi dengan lebih cepat, murah dan akurat 3. Informasi
penjualan di supermarket akan mudah bisa di bagi dengan menggunakan
internet
Aplikasi internet dalam konteks supply chain:
-Electronic procurement (E-procurement) ,ex: Salah satu model pengadaan
yang mendukung hubungan jangka pendek adalah e-Auction yaitu suatu
aplikasi untuk mendukung kegiatan lelang yang dilakukan secara
elektronik. Pada model ini pembeli bisa mengundang beberapa calon
supplier untuk menawarkan harga atas produk dengan spesifikasi dan
jumlah tertentu dalam waktu yang telah ditentukan. Supplier dengan harga
rendah yang akan dianggap menang. Proses lelang ini dilakukan dengan
media Internet. -Electronic fulfillment (E-Fullfilment)
adalah pemenuhan pesanan pelanggan,ex: order dari pelanggan, bisa
melalui email atau web based ordering, mengelola transaksi,dll. .
Masalah-masalah apa yang mungkin terjadi dalam penerapan SCM (Supply Chain Management) ? Mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi ? MASALAH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA INDUSTRI Salah satu
hambatan utama dari supply chain dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan
menurunkan biaya agar lebih efektif dan efisien adalah pada komunikasi
antar komponen pada supply chain. Berikut ini adalah masalah-masalah
yang disebabkan oleh adanya hambatan kokmunikasi, • Karena
komunikasi yang kurang baik akan kebutuhan pelanggan, pemasok melakukan
produksi lebih sedikit daripada yang dibutuhkan oleh pelanggan. Dengan
demikian kebutuhan pelanggan akan barang teresebut tidak terpenuhi. •
Karena komunikasi yang kurang baik akan kebutuhan pelanggan, pemasok
melakukan produksi lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh pelanggan.
Persediaan memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang akhirnya akan
berdampak kepada penurunan keuntungan perusahaan. Masalah ini juga dapat
terjadi secara beruntun hingga ke titik hilir dari supply chain.
Kondisi seperti ini disebut dengan bullwhip effect. • Karena sifat
dari supply chain yang tidak pasti, maka perusahaan memiliki persediaan
bahan baku yang dibutuhkan untuk operasional. Dengan demikian, jika
terdapat masalah pada supply chain, perusahaan dapat tetap memenuhi
kebutuhan pelanggannya. Namun seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
persediaan memerlukan biaya yang tinggi. • Keterlambatan dalam
ketersediaan barang dari pemasok.
Buatlah supply chain dari produk sepatu ! Sertai dengan gambar ilustrasi urutannya ! .
Jelaskan faktor - faktor supaya pemakaian SCM berhasil ! Kriteria Sukses SCM Menurut Cohen dan Roussel (2005) terdapat empat
kriteria SCM sukses , yakni 1. Sesuai dengan Strategi Bisnis (
Biaya, inovasi,peleyanan, kualitas) 2. Sesuai dengan Kebutuhan
Konsumen. Dengarkan suara Konsumen Kebutuhan antar segmen
pasar berbeda Amati perubahan kebutuhan konsumen secara periodik 3.
Sesuai dengan Power Position Lihat skala operasi dan kekuatan
merk Lakukan dialog dan titik optimal terbaik bagi konsumen
Fokus pada konsumen akhir dan cari peluang kerja sama 4. Adaptif.
Teknologi, Lingkup usaha, basis kompetisi, akuisi dan merger. .
Pilihlah sebuah perusahaan manufaktur dan buatlah analisa secara singkat bagaimana Anda menerapkan sistem supply chain management yang terdiri dari aktivitas utama dan aktivitas pendukung! .
Buatlah langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika menjalankan proses procurement dalam sebuah perusahaan. Dan mengapa procurement penting untuk dianalisa dan diterapkan dengan baik. .
STUDI KASUS : Supply Chain Management Sistem Pendistribusian Produk Pada Unilever
Unilever merupakan market leader dari consumer good di Indonesia dengan
total penjualan tahun 2003 sebesar Rp. 8,124 triliun tumbuh secara
signifikan menjadi Rp. 15,78 triliun pada tahun 2008. Revenue ini
dihasilkan dari produk-produk yang sangat dikenal oleh masyarakat antara
lain : Molto, Domestos Nomos, Taro, Blue Band, Rexona, Sunligth, Lux,
Rinso, Ponds, Lifebuoy, Surf, Axe, Lipton, Vaseline, Sariwangi, Skippy,
Sunsilk, Clear, Citra, Pepsodent, Close Up. Hampir semua produk tersebut
menjadi Top Leader dibidangnya. Dalam pendistribusian produknya,
supply chain yang terlibat di dalamnya diantaranya : • Suppliers
(Bahan Baku Produk dan Kemasan). • Manufaktures. • DC
(Disdribution Center). • Retailers, Grosir, Agen. • Consumers Dari
gambaran data dan proses yang dilakukan tersebut, tentunya bukanlah
suatu pekerjaaan yang sederhana mengelola jutaan items yang harus
didistribusikan ke seluruh Nusantara. Struktur alur supply chain pada
sistem pendistribusian produk Unilever dapat dilihat pada gambar sbb. :
•
Gambar di atas hanya menekankan pada pendistribusian produk pada
Unilever, bukan pada pembuatan produknya. Mengenai pembuatan produknya,
hanya dijelaskan menurut garis besarnya saja dari mana Unilever
mendapatkan produknya untuk didistribusikan.
• Dalam pembuatan
produk, Unilever mempunyai banyak Perusahaan Manufaktur untuk membuat
produk-produknya. Perusahaan Manufaktur itu sendiri juga mendapatkan
bahan baku untuk membuat produk dari supplier bahan baku yang
dibutuhkan.
• Selain itu Perusahaan Manufaktur juga bekerja
sama
dengan Pabrik Kemasan untuk memesan atau meminta dibuatkan bentuk
kemasan yang diinginkan beserta label/merknya. Bahan baku untuk membuat
kemasan ini didapat dari supplier bahan baku kemasan.
• Dalam
pendistribuasian produknya, produk-produk Unilever yang telah jadi dan
siap untuk dipasarkan disimpan terlebih dulu di bagian gudang untuk
merencanakan penjadwalan produk yang akan didistribusikan oleh
distributor agar produk dapat sampai ke konsumen akhir. Distributor bisa
melakukan pendistribusian produk tersebut ke Retailers besar seperti
Carefour, Hypermart, Giant dan sebagainya. Selain itu distributor juga
bisa mendistribusikannya melalui Grosir atau Agen Toko Konsumen.
PERTANYAAN
:
Kompleksitas utama yang bagaimana yang dihadapi manajer dalam
mengelola supply chain sistem pendistribusian produk Unilever diatas ?
Dan bagaimana usulan Saudara untuk mengatasi kompleksitas tersebut ?
Menurut Anda, Jelaskan secara lengkap apa yang dimaksud CRM? Jawab : CRM atau disebut juga Customer Relationship Management adalah suatu ilmu dan pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasikan, mendapatkan dan mempertahankan pelanggan suatu perusahaan.
Jelaskan Fungsi CRM! Apakah 3 fungsi tersebut dilakukan secara sequential? Fungsi CRM :
Mendapatkan pelanggan
Mempertahankan sekaligus
Menjual produk yang lebih banyak kepada mereka.
Iya, fungsi-fungsi tersebut dilakukan secara sequential.
Sebutkan ciri-ciri pelanggan loyal! Berikan contoh dari kehidupan pribadi Anda! Jawab : Ciri-ciri pelanggan yang loyal :
Pelanggan yang melakukan pembelian ulang secara teratur
Pelanggan yang membeli untuk produk yang lain ditempat yang sama
Pelanggan yang mereferensikan kepada orang lain
Pelanggan yang tidak dapat dipengaruhi oleh pesaing untuk pindah
Contoh : seorang remaja yang senang membeli pakaian online shop di online shop tertentu,lalu dia membeikan rekomendasi ke teman-temanya untuk membeli di online shop tersebut.
Jelaskan tahapan loyalitas dalam CRM! Jawab : Hill (1996 ;332) menjelaskan bahwa tingkatan loyal terbagi atas 6 tingkat, yaitu :
Suspect
Bagian ini termasuk semua pembeli produk atau jasa dalam pemasaran, jadi suspects adalah menyadari akan produk atau jasa perusahaan atau tidak mempunyai kecenderungan terhadap pembelian.
Prospects
Prospects adalah pelanggan potensial yang mempunyai daya tarik terhadap perusahaan tetapi belum mengambil langkah untuk melakukan bisnis dengan perusahaan.
Customers
Suatu tipe pembelian produk (walaupun dalam kategori ini termasuk beberapa pembelian ulang) yang tidak memiliki loyalitas pada perusahaan.
Clients
Pembelian ulang yang menunjukkan loyalitas pada perusahaan tetapi lebih memiliki dorongan pasif daripada aktif terhadap perusahaan.
Advocates
Client yang memberikan dorongan yang positif pada perusahaan dengan merekomendasikannya kepada orang lain.
Partners
Partners adalah hubungan yang sangat erat antara konsumen dengan supplier yang keduanya saling memperlihatkan keuntungan.
Jelaskan 3 dimensi CRM, strategic, analytical, operational CRM. Apa yang membedakan 3 dimensi tersebut? Jawab : Handen (2000) mengatakan bahwa CRM terdiri dari lima dimensi utama, yaitu strategi, segmentasi, teknologi, proses dan organisasi. Kelima dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Strategi merupakan suatu kesatuan rencana perusahaan yang komprehensif dan terpadu sebagai suatu aturan pembuatan keputusan yang berkaitan anatara faktor pendorong dan faktor penghambat dalam lingkungan perusahaan dengan menentukan cara-cara bertindak berdasarkan alokasi sumber daya yang diperlukan guna mencapai tujuan. Segmentasi adalah kegiatan mendistribusikan atau membagi-bagi pasar menjadi berbagai kelompok, baik secara geografi, demografi, maupun psikografi agar kebutuhan tiap grup tersebut terpenuhi. Teknologi dalam pengertian di atas adalah seperangkat alat yang dapat digunakan untuk mensuport berbagai aktivitas perusahaan dalam hubungannya dengan pelanggan. Macamnya adalah internet, email, faximile, telpon, SMS dan lainnya. Proses mencerminkan bagaimana semua elemen pemasaran jasa yang dikoordinasikan untuk menjamin kualitas dan konsistensi jasa yang diberikan kepada konsumen. Dengan demikian pemasaran harus dilibatkan ketika design proses jasa dibuat, karena pemasaran juga sering terlibat di dalam, atau bertanggung jawab terhadap pengawasan kualitas jasa. Organisasi adalah suatu pola kerjasama antara orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi merupakan suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia, yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Sebagai suatu kesatuan, organisasi mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan secara tegas dari lingkungannya
Bagaimana logikanya biaya mengelola pelanggan lama akan lebih mudah dibandingkan mencari pelanggan baru? Jawab : Bagi perusahaan, tentu saja lebih mudah dan lebih baik mempertahankan pelanggan lama dibandingkan dengan mencari pelanggan yang baru, karena akan menambah biaya baru lagi untuk melakukan kegiatan pemasaran. Selain biaya yang harus dikeluarkan setiap kali untuk merekrut pelanggan baru, Menurut Barnes (2001,105) terdapat beberapa faktor tambahan berperan dalam potensi menghasilkan keuntungan dari pelanggan yang bertahan lama, ini dikarenakan : Mereka tidak begitu sensitif pada harga, Pelanggan yang loyal lebih kecil kemungkinannya untuk mengeluh dan bahkan mereka mungkin mencapai suatu tingkatan dalam relasi dimana mereka lebih mementingkan nilai dalam menentukan kepuasan pelanggan. Mereka lebih memaafkan, Pelanggan yang memiliki loyalitas sejati mungkin lebih memaafkan dan member kesempatan kedua bagi perusahaan untuk memperbaiki kesalahan mereka, dengan alasan tertentu. Mereka membuat perusahaan lebih efisien, Karena jika sebuah perusahaan memiliki kesempatan untuk mengenal pelanggan dan kebutuhan mereka dengan sangat baik, dan memiliki pelanggan berbasis loyal yang kokoh maka perusahaan lebih efisien untuk menarik pelanggan baru dan melakukan aktivitas pemasaran untuk menarik masyarakat luas. Mereka berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar, Jika pelanggan baru harus ditarik dengan tawaran harga atau diskon, pelanggan loyal memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk menghasilkan keuntungan karena mereka lebih mungkin untuk membayar dengan harga penuh.
Apa yang dimaksud touch point CRM dan analytical CRM? Jawab :
Titik Sentuh – Touch Point
Setiap perusahaan akan berinteraksi dengan seorang konsumen. Hal tersebut disebut dengan titik sentuh atau touch point. Dapatkah kita menyebutkan beberapa nama dari Titik Sentuh Konsumen atau Guest Touch Points? Bagaimana dengan Titik sentuh Pemilik atau Owner Touch Points? Titik Sentuh / Touch Points Apakah sudah direncanakan? Dikelola? Didokumentasikan? Apakah setiap orang yang pertama kali berhubungan dengan konsumen telah dilatih? Lengakpilah staf organisasi dengan visi. Berapa cara yang telah ditempuh untuk meningkatkan keefektifan dari sentuhan -touch? Berapa cara yang telah dilakukan untuk meningkatkan jumlah sentuhan - touches?
Analytical CRM
Merupakan proses analisis dari data-data yang dihasilkan pada Operational CRM. Tantangan bagi perusahaan sekarang ini adalah untuk mengerti apa yang menjadi permintaan pelanggan dan memberikan respon, secara lebih baik, mengantisipasi kebutuhan mereka. Namun, banyak perusahaan hanya berfokus untuk mengimplementasikan penggunaan CRM hanya sebatas untuk ‘mendengar’ kebutuhan dan keluhan dari pelanggan, yang pada praktisnya hanya berkonsentrasi pada komponen operational dan collaborative CRM, sehingga analisis akan pemahaman dan pengenalan terhadap pelanggan yang sebenarnya belum terjadi. Diperlukan komponen Analytical CRM untuk mengoptimalkan hubungan perusahaan dengan pelanggannya.
Apa untuk implementasi CRM diharuskan memiliki touch point dan analytical CRM secara bersama-sama? Jawab : Iya diharuskan, karena sebelum perusahaan berinteraksi dengan konsumen harus mengerti apa yang menjadi permintaan pelanggan dan memberikan respon, secara lebih baik, mengantisipasi kebutuhan mereka.
Terdapat atribut yang membangun suatu hubungan, yaitu kepercayaan dan komitmen. Menurut anda bagaimana karakteristik komitmen itu? Jelaskan jawaban Anda! Jawab :
Mengerti akan tujuan.
Memiliki motivasi yang tinggi.
Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas.
Bekerja dan berusaha dengan teliti dan cermat.
Tidak suka menunda tugas dan pekerjaannya.
Percaya diri dalam menghadapi tugas.
Rajin, ulet, dan tabah.
Mendayagunakan waktu secara tepat dan terarah pada sasaran.
Saudara telah membuat tugas tentang penerapan CRM dalam Teknologi Informasi. Jelaskan tugas yang anda buat! Jawab : Pemasaran ke pelanggan dan konsumen baru : Sasaran Pemasaran Konsumen sebagai pengguna produk yang menjadi target pemasaran adalah pada umumnya untuk semua kalangan dan khususnya untuk kalangan remaja , komunitas dan mahasiswa. Strategi Pemasaran Produk Produk V-Castro sangat cocok untuk dipakai segala usia, dengan desain yang trend saat ini dan untuk komunitas yang akan memberikan kepuasan tersendiri pada pemakainya. Selain itu juga menerima permintaan (request) desain langsung dari konsumen. Harga Jual Harga jual produk disesuaikan dengan kualitas dan harga pasar yaitu sebesar Rp. 75.000,- perkaos dan berbagai jenis sweater Rp. 160.000,- .Dengan desain yang menarik dan kualitas yang bagus. V-Castro dapat menarik minat para konsumen. Promosi ke pelanggan dan konsumen baru Promosi V-Castro dilakukan via facebook, twitter, kaskus, BBM, dari mulut ke mulut, dengan katalog yang berisi desain-desain kaos, sweater dan mengikuti pameran atau expo. Pemasaran produksi dimulai dari facebook, twitter, kaskus, BBM dan melalui penyebaran brosur. Selain itu kami juga menerapkan sistem reseller.