Rabu, 06 Februari 2013

SCM - Pak Agus

Materi Diskusi

  1. Jelaskan secara gamblang bagaimana hakekat dan konsep-konsep dasar sistem SCM ? Bagaimana sistem memberikan manfaat bagi bisnis?
    Pada hakikatnya suatu penyediaan brang (supply chain)
    adalah seluruh tahapan yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam memenuhi permintaan konsumen, yang mencangkup tidak hanya para pemasok dan pabrik, tetapi juga sarana transportasi, gudang, pengecer, dan konsumen itu sendiri.

    Dalam suplay chain management ada dua konsep yang banyak digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pergerakan barang tersebut, yang kedua merupakan kelanjutan dari yang pertama, yaitu :

    1. Mengurangi jumlah supplier
    a. Konsep ini dikembangkan sejak akhir tahun 1980-an, yang bertujuan mengurangi ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (tracking).
    b. Konsep ini adalah awal perubahan kecenderungan dari konsep multiple supplier ke single supplier.
    c. Dengan demikian, cara lama yang dahulu dianggap apuh seperti sourcing dengan cara tender terbuka makin popular, karena tender terbuka tidak menjamin terbatasnya jumlah supplier.
    d. Paling-paling yang masih cocok dengan perkembangan ini adalah tender diantara supplier yang tebatas jumlahnya.
    e. Konsep ini berkembang menuju tahap selanjutnya, yaitu tahap yang kedua, seperti akan dijelaskan sebagai berikut.

    2. Mengembangkan supplier partnership atau strategic alliance.
    a. Konsep ini dikembangkan sejak pertengahan tahun 1990-an dan diharapkan masih akan popular pada pemulaan abad ke-21 ini.
    b. Konsep ini menganggap bahwa hanya dengan supplier partnership, key suppliers untuk barang tertentu merupakan strategic sources yang dapat diandalkan dan dapat menjamin lancarnya pergerakan barang dalam supply chain.
    c. Konsep ini selalu dibarengi dengan konsep perbaikan yang secara terus menerus dalam biaya dan mutu barang.

    menjalankan fungsi penghantaran bahan baku, transformasi bahan baku ke barang setengah jadi dan barang jadi dan mendistribusikan barang jadi ke konsumen.
    .
  2. Bagaimana sistem seperti SCM (Supply Chain Management) dapat membuat arus kerja lebih efisien dan efektif ? Jelaskan secara gamblang jawaban Anda !
    Untuk membangun suatu sistem manajemen rantai pasokan yang optimal, kita harus perhatikan lima hal dasar sebagai-berikut :
    Perencanaan – ini merupakan proses awal yang strategis, harus dipikirkan mulai dari awal bagaimana membuat suatu tolok ukur untuk menentukan tingkat efisiensi, harga, kualitas, dan nilai pada pelanggan
    Pemasokan – pilihlah pemasok-pemasok yang paling baik, dan tentukan tolok ukur untuk menjaga kualitas, komitmen, penerimaan barang, pemeriksaan, pemindahan ke pabrik, serta pembayaran
    Pembuatan – yang ini merupakan langkah pabrikasi, tentukan langkah2 yang diperlukan untuk pembuatan, pemeriksaan, pemaketan, dan persiapan pengiriman. Tentukan tolok ukur yang jelas tentang tingkat kualitas, tingkat produksi, dan produktivitas karyawan
    Pengantaran – bagian ini disebut juga logistik. Atur penerimaan pesanan dari pelanggan, buat jaringan pergudangan, pilih ekspedisi pengiriman barang ke arah pelanggan, dan juga masalah pembayaran
    Pengembalian – bagian ini menangani masalah pengembalian barang cacat atau produksi berlebih dari pelanggan

  3. Apakah yang dimaksud dengan Supply Chain dan bagaimana bedanya jika dibandingkan dengan Supply Chain Manajement ?
    • Supply chain adalah jaringan perusahaan – perusahaan yang secara bersama – sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Perusahaan – perusahaan tersebut biasanya termasuk supplier, pabrik, distributor, took atau ritel, serta perusahaan – perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistic.
    • Supply chain adalah jaringan fisiknya, yakni perusahaan – perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku, memproduksi barang, maupun mengirimkannya ke pemakai akhir.
    • SCM adalah metode, alat atau pendekatan pengelolaannya. Namun perlu ditekankan bahwa SCM menghendaki pendekatan atau metode yang terintegrasi dengan dasar semangat kolaborasi.
    .
  4. Jelaskan cakupan aktivitas pada Supply Chain Manajement !
    Cakupan aktivitas pada SCM adalah :

    Pengembangan Produk dengan cakupan aktivitasnya antara lain :
    Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk baru

    Pengadaan dengan cakupan aktivitasnya antara lain :
    Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan dengan supplier

    Perencanaan dan Pengendalian dengan cakupan aktivitasnya antara lain :
    Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan

    Produksi dengan cakupan kegiatan aktivitasnya lain :
    Eksekusi produksi, pengendalian kualitas.
    .
  5. Bagaimana peranan mediasi pasar dalam supply chain manajement !
    ANTARA FUNGSI FISIK DAN FUNGSI MEDIASI PASAR
    Klasifikasi kegiatan Supply chain menurut seorang profesor di Wharton School, Universitas of Pennsylvania,
    1.    Kegiatan mediasi pasar
    Tujuan untuk mencari titik temu antara apa yang diinginkan konsumen dengan apa yang akan di produksi.
    2.    Kegiatan fisik
    Merupakan kegiatan mendapatkan bahan baku, konversi bahan baku dan komponen menjadi produk jadi, menyimpan serta mengirimkan ke konsumen.
    Aktifitas Supply Chain :
    Aktifitas Fisik :  
    •    Sourching (mencari bahan baku)
    •    Produksi
    •    Penyimpanan material/ produk
    •    Distribusi / transportasi
    •    Pengembalian produk (return)
    •    Riset pasar
    •    Pengembangan prouk
    •    Penetapan harga diskon
    •    Pelayanan purna jual
    Aktifitas mediasi pasar (ngga ada)  
     
  6. Jelaskan peranan internet di dalam Supply Chain Manajement !
    Peran internet dalam SCM
    1. Internet memungkinkan kolaborasi, koordinasi, dan intergrasi dalam praktek di lapangan
    2. Dengan adanya internet pihak-pihak pada supply chain bisa membagi informasi serta melakukan transaksi dengan lebih cepat, murah dan akurat
    3. Informasi penjualan di supermarket akan mudah bisa di bagi dengan menggunakan internet

    Aplikasi internet dalam konteks supply chain:          
    -Electronic procurement (E-procurement) ,ex: Salah satu model pengadaan yang mendukung hubungan jangka pendek adalah e-Auction yaitu suatu aplikasi untuk mendukung kegiatan lelang yang dilakukan secara elektronik. Pada model ini pembeli bisa mengundang beberapa calon supplier untuk menawarkan harga atas produk dengan spesifikasi dan jumlah tertentu dalam waktu yang telah ditentukan. Supplier dengan harga rendah yang akan dianggap menang. Proses lelang ini dilakukan dengan media Internet.
    -Electronic fulfillment (E-Fullfilment)  adalah pemenuhan pesanan pelanggan,ex: order dari pelanggan, bisa melalui email atau web based ordering, mengelola transaksi,dll.
    .
  7. Masalah-masalah apa yang mungkin terjadi dalam penerapan SCM (Supply Chain Management) ? Mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi ?
    MASALAH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA INDUSTRI
           Salah satu hambatan utama dari supply chain dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan menurunkan biaya agar lebih efektif dan efisien adalah pada komunikasi antar komponen pada supply chain. Berikut ini adalah masalah-masalah yang disebabkan oleh adanya hambatan kokmunikasi,
    •    Karena komunikasi yang kurang baik akan kebutuhan pelanggan, pemasok melakukan produksi lebih sedikit daripada yang dibutuhkan oleh pelanggan. Dengan demikian kebutuhan pelanggan akan barang teresebut tidak terpenuhi.
    •    Karena komunikasi yang kurang baik akan kebutuhan pelanggan, pemasok melakukan produksi lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh pelanggan. Persediaan memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang akhirnya akan berdampak kepada penurunan keuntungan perusahaan. Masalah ini juga dapat terjadi secara beruntun hingga ke titik hilir dari supply chain. Kondisi seperti ini disebut dengan bullwhip effect.
    •    Karena sifat dari supply chain yang tidak pasti, maka perusahaan memiliki persediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk operasional. Dengan demikian, jika terdapat masalah pada supply chain, perusahaan dapat tetap memenuhi kebutuhan pelanggannya. Namun seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, persediaan memerlukan biaya yang tinggi.
    •    Keterlambatan dalam ketersediaan barang dari pemasok.

  8. Buatlah supply chain dari produk sepatu ! Sertai dengan gambar ilustrasi urutannya !
    .
  9. Jelaskan faktor - faktor supaya pemakaian SCM berhasil !
    Kriteria Sukses SCM
    Menurut Cohen dan Roussel (2005) terdapat empat kriteria SCM sukses , yakni
    1. Sesuai dengan Strategi Bisnis ( Biaya, inovasi,peleyanan, kualitas)
    2. Sesuai dengan Kebutuhan Konsumen.
        Dengarkan suara Konsumen
        Kebutuhan antar segmen pasar berbeda
        Amati perubahan kebutuhan konsumen secara periodik
    3. Sesuai dengan Power Position
        Lihat skala operasi dan kekuatan merk
        Lakukan dialog dan titik optimal terbaik bagi konsumen
        Fokus pada konsumen akhir dan cari peluang kerja sama
    4. Adaptif.
        Teknologi, Lingkup usaha, basis kompetisi, akuisi dan merger.
    .
  10. Pilihlah sebuah perusahaan manufaktur dan buatlah analisa secara singkat bagaimana Anda menerapkan sistem supply chain management yang terdiri dari aktivitas utama dan aktivitas pendukung!
    .
  11. Buatlah langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika menjalankan proses procurement dalam sebuah perusahaan. Dan mengapa procurement penting untuk dianalisa dan diterapkan dengan baik.
    .
  12. STUDI KASUS :
    Supply Chain Management Sistem Pendistribusian Produk Pada Unilever
        Unilever merupakan market leader dari consumer good di Indonesia dengan total penjualan tahun 2003 sebesar Rp. 8,124 triliun tumbuh secara signifikan menjadi Rp. 15,78 triliun pada tahun 2008. Revenue ini dihasilkan dari produk-produk yang sangat dikenal oleh masyarakat antara lain : Molto, Domestos Nomos, Taro, Blue Band, Rexona, Sunligth, Lux, Rinso, Ponds, Lifebuoy, Surf, Axe, Lipton, Vaseline, Sariwangi, Skippy, Sunsilk, Clear, Citra, Pepsodent, Close Up. Hampir semua produk tersebut menjadi Top Leader dibidangnya.
    Dalam pendistribusian produknya, supply chain yang terlibat di dalamnya diantaranya :
    • Suppliers (Bahan Baku Produk dan Kemasan).
    • Manufaktures.
    • DC (Disdribution Center).
    • Retailers, Grosir, Agen.
    • Consumers
    Dari gambaran data dan proses yang dilakukan tersebut, tentunya bukanlah suatu pekerjaaan yang sederhana mengelola jutaan items yang harus didistribusikan ke seluruh Nusantara.
    Struktur alur supply chain pada sistem pendistribusian produk Unilever dapat dilihat pada gambar sbb. :

    •    Gambar di atas hanya menekankan pada pendistribusian produk pada Unilever, bukan pada pembuatan produknya. Mengenai pembuatan produknya, hanya dijelaskan menurut garis besarnya saja dari mana Unilever mendapatkan produknya untuk didistribusikan.
    •    Dalam pembuatan produk, Unilever mempunyai banyak Perusahaan Manufaktur untuk membuat produk-produknya. Perusahaan Manufaktur itu sendiri juga mendapatkan bahan baku untuk membuat produk dari supplier bahan baku yang dibutuhkan.
    •    Selain itu Perusahaan Manufaktur juga bekerja sama dengan Pabrik Kemasan untuk memesan atau meminta dibuatkan bentuk kemasan yang diinginkan beserta label/merknya. Bahan baku untuk membuat kemasan ini didapat dari supplier bahan baku kemasan.
    •    Dalam pendistribuasian produknya, produk-produk Unilever yang telah jadi dan siap untuk dipasarkan disimpan terlebih dulu di bagian gudang untuk merencanakan penjadwalan produk yang akan didistribusikan oleh distributor agar produk dapat sampai ke konsumen akhir. Distributor bisa melakukan pendistribusian produk tersebut ke Retailers besar seperti Carefour, Hypermart, Giant dan sebagainya. Selain itu distributor juga bisa mendistribusikannya melalui Grosir atau Agen Toko Konsumen.

PERTANYAAN :    
Kompleksitas utama yang bagaimana yang dihadapi manajer dalam mengelola supply chain sistem pendistribusian produk Unilever diatas ? Dan bagaimana usulan Saudara untuk mengatasi kompleksitas tersebut ?

0 komentar:

Poskan Komentar